Jumat, 17 April 2015

CONTOH LAPORAN KAJIAN ON THE JOB LEARNING ( OJL )

Sore gaes kali ini saya akan memberikan sedikit contoh laporan lengkap yg berjudul

CONTOH LAPORAN KAJIAN ON THE JOB LEARNING ( OJL )

Silahkan di simak.













LAPORAN
KAJIAN ON THE JOB LEARNING



PENINGKATAN KOPETENSI MENEJERIAL MELALUI PENGELOLAAN
SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH



OLEH :

SUHARI,S.Pd I.









  


PESERTA DIKLAT
CALON KEPALA SEKOLAH
 MAJLIS DIKDASMEN CABANG BABAT
2014



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

HALAMAN PENGESAHAN




LAPORAN HASIL KAJIAN
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH






SUHARI,S.Pd I

Peserta Diklat
Calon Kepala Sekolah
Tahun 2014


Telah melakukan pengkajian
Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah
 MI Muhammadiyah 01 Kebalandono


Kebalandono, 8 Pebruari 2014
                                                                                    Kepala MIM 01 Kebalandono




                                                                                     ALI ROFIQ.S/Pd
                                                                                     NBM


 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kata Pengantar

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam dan segala isinya, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam senantiasa tercurah atas junjungan Nabiyyullah Muhammad SAW. Berkat curahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT jualah, sehingga laporan akhir kegiatan On The Job Learning (OJL) pada Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah  ini dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam proses penyusunan hingga penyelesaian laporan ini, merupakan suatu pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi penulis. Walau diakui terasa sangat melelahkan, namun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak, khususnya Bapak dan Ibu pendamping Diklat, Alhamdulillah akhirnya laporan kegiatan OJL ini selesai juga. Oleh karena itu, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Drs Wardani,M.Pd,Dede Rahardiman Yusuf,M.Pd,Basuki M.Pd atas bimbingan dan arahannya.
Demikian pula ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis haturkan kepada Bapak Ali Rofiq,S.Pd selaku Kepala  Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 01 Kebalandono  yang telah banyak membantu, memberikan masukan dan bimbingan selama pelaksanaan kegiatan OJL di MI Muhammadiyah 01 Kebalandono.
Tak terlupakan ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada guru-guru dan pegawai  MI Muhammadiyah 01 Kebalandono yang telah banyak membantu memberikan data dan informasi kepada penulis dalam melakukan kajian-kajian dan pelaksanaan rencana tindak kepemimpinan calon kepala sekolah.
Terakhir, ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua teman peserta diklat calon kepala sekolah  atas kerja sama yang terbangun selama ini mulai dari awal seleksi sampai kegiatan OJL berakhir.
Kiranya laporan kegiatan OJL ini dapat bermanfaat, dan semoga segala bantuan, pengorbanan dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak, mendapat ganjaran dan pahala dari Allah SWT, Amin.

                                                                                             Penulis,



 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Daftar Isi

                                                                                                                          
Halaman
Halaman Judul .......................................................................................................        i
Kata Pengantar ......................................................................................................       ii
Daftar Lampiran......................................................................................................       v
BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................       1
A.    Rasional....................................................................................................       1
B.     Tujuan ......................................................................................................       2
C.      Sasaran ..................................................................................................       2
D.    Hasil yang diharapkan...............................................................................      2
BAB II. LAPORAN PELAKSANAAN ISL -I...........................................................      3
A.     Pelaksanaan ISL......................................................................................       3
B.      Implementasi Kegiatan OJL....................................................................        3
BAB III.  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ..................................................       9
A.    KESIMPULAN………………………………….. .......................................      9
B.     REKOMENDASI.....................................................................................     10










 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------





BAB I
PENDAHULUAN
A.   RASIONAL

Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal.Sarana dan Prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah selaku menejerial diharapkan dapat memberikan layanan secara profesional dalam bidang perlengkapan atau fasilitas kerja bagi personel sekolah. Dengan pengadaan dan  pengelolaan sarana prasarana yang efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja personel sekolah.

Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 untuk sekolah tingkatSD/MI sekurang-kurangnya memiliki kelengkapan sarana dan prasarana sekolah berupa:
1. ruang kelas,
2. ruang perpustakaan,
3. laboratorium IPA,
4. ruang pimpinan,
5. ruang guru,
6. tempat beribadah,
7. ruang UKS,
8. jamban,
9. gudang,
10. ruang sirkulasi,
11. tempat bermain/berolahraga

Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 diatas, tempat bermain dan berolah raga merupakan salah satu sarana yang seharusnya terpenuhi yang berfungsi sebagai area bermain, berolahraga, pendidikan jasmani, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler sehingga  dapat tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.  
Begitu juga dengan keberadaan gudang adalah merupakan salah satu prasarana yang harus terpenuhi sesuai kreteria minimal sekolah tingkat dasar yaitu Luas minimum gudang SD adalah 18 m2 . Gudang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, tempat menyimpan sementara peralatan sekolah yang tidak/belum berfungsi di satuan pendidikan, dan tempat menyimpan arsip sekolah yang telah berusia lebih dari 5 tahun.

B.   Tujuan
Tujuan kajian pengelolaan sarana prasarana adalah
1.    Untuk mengetahui kebutuhan sarana prasarana yang segera dipenuhi dalam usaha meningkatkan kegiatan pembelajaran
2.    Untuk meningkatkan minat siswa untuk belajar di MI M uhammadoyah 01 Kebalandono

C.   Sasaran
Berdasarkan hasil analisis  dan observasi ,  maka sasaran yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah pengembangan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah melalui perencanaan pengadaan dan pengelolaan sarana dan prasarana sekolah.

D.   Hasil yang diharapkan
   Hasil yamg diharapkan oleh penulis adalah:
1.    Perencanaan kebutuhan fasilitas(bangunan,peralatan,perabot,lahan infrastruktur)sekolah sesuai dengan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana.
2.    Pengelolaan pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku
3.    Pengelolaan pemeliharaan fasilitas,baik perawatan preventif maupun perawatan fisik terhadap fasilitas sekolah
4.    Pengelolaan kegiatan inventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai sistim pembukuan yang berlaku
5.    Pengelolaan dan penghapusan baranng inventaris sekolah yang terlaksana dengan baik




 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



BAB II
LAPORAN PELAKSANAAN

A.   Rencana  Pelaksanaan In-Service Learning

1.    Persiapan pelaksanaan pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
a.    Menyusun instrument pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
b.    Perencanaan instrumen kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana melalui pendampingan
2.    Pelaksanaan Pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
a.    Pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
b.    Pengisian instrument pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
c.    Wawancara dengan  Kepala Sekolah tentang pengelolaan sarana prasarana
d.    Wawancara dengan guru-guru Tim pengembang sarana dan prasarana
e.    Wawancara dengan masyarakat/komite sekolah
3.    Hasil
Berdasarkan hasil kajian dan wawancara menunjukan bahwa
a.    Sekolah sudah memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran hanya sebagian belum memadahi baik kualitas maupun kuantitas
b.    Sekolah sudah memiliki saran prasarana yang meliputi lahan,ruang kelas,ruang pimpinan,ruang pendidik,ruang TU,ruang perpustakaan tetapi gudang dan lapangan bermain/olah raga belum memadahi
c.    Proses perencanaan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan perencanaan,prosedur perencanaan dan pengadaan, sudah berjalan dengan baik walaupun belum sempurna
d.    Pemeliharaan fasilitas dan bangunan sudah dilaksanakan secara rutin dan berkala
e.    Inventarisasi sarana dan prasarana meliputi pengadministrasian barang klasifikasi dan kode barang inventaris,serta pelaporan sudah baik tetapi belum tertib administrasinya
f.     Penghapusan sarana dan prasarana dilaksanakan dengan pemusnahan barang-barang yang rusak

4.    Kendala
a.    Teterbatasnya  dokumen sekolah untuk proses pengkajian terhadap sarana dan prasarana
b.    Kurangnya data-data yang dibutuhkan
c.    Terbatasnya waktu pengamatan
d.    Kurangnya pengetahuan penulis dalam membuat instrumen-instrumen yang relevan
B.   IMPLEMENTASI KEGIATAN
A.   Kondisi nyata sekolah
Berdasarkan bukti dan data-data maka selama OJL dapat kami implementasikan Kinerja  MI Muhammadiyah 01 Kebalandono  dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:
1.    Standar Isi
 MI Muhammadiyah 01 Kebalandono  telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertim-bangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran. Mata pelajaran  Kemuhammadiyaan,bahasa daerah   dan  Bahasa Inggris adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah yang merupakan kebutuhan sosial masyarakat.   
Kurikulum sekolah untuk kelas 1,2,dan 3 menggunakan pendekatan tematik sedangkan untuk kelas 4,5,6 menggunakan bidang studi yang terdiri dari  5 mata pelajaran  umum dan 5 mata pelajaran agama serta tiga muatan lokal yaitu bahasa jawa,bahasa inggris dan kemuhammadiyahan. Alokasi waktu mata pelajaran sudah sesuai dengan ketentuan yaitu satu jam sama dengan 35 menit.Mata pelajaran yang di ujinasionalkan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Jumlah jam pelajaran perminggu 32 jam pelajaran per kelas,   
Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran terjadual disore hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan.
Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. Programkegiatan ekstra kurikuler yang disediakan diantaranya  HW.BTA,TIK,PILDACIL
2.    Standar Proses
Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan KKGM ataupun  KKM. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan.
Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus sudah membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT).
Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan KKG  sekolah ataupun  KKM. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat .
Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.
Keterbatasan jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah mengakibat-kan terbatasnya sumber belajar dari buku. Buku-buku yang disediakan sekolah paling lama bertahan satu atau dua tahun dimanfaatkan oleh siswa. Umur penggunaan buku-buku paket yang singkat sangat terkait dengan kepribadian siswa yang senang merusak atau menghilangkan buku-buku yang dipinjamkan.
Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas, kepala  MI Muhammadiyah 01 Kebalandono  , wakil kepala sekolah dan guru senior yang berkompeten, melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2010/2011, 2011/2012dan tahun 2012/2013 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 6,47 dan 5,62,, Matematika 7,41 dan 8,24 serta IPA 7,81 dan 7,95.  
Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat,MI Muhammadiyah 01 Kebalandono melaksanakan kegiatan Daarul Arqam setiap bulan ramadhan bekerja sama dengan  Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kebalandono. Selain itu, sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu, baik guru ataupun siswa.
4.    Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah guru yang mencapai 9 orang dan tenaga administrasi sekolah sebanyak 1 orang sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah. Guru yang sudah berkualifikasi minimal S1 sebanyak 100% sedangkan pegawai administrasi berkualifikasi D1.  
Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan MI Muhammadiyah 01 Kebalandono belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masing-masing.
5.    Standar Sarana dan Prasarana
 MI Muhammadiyah 01 Kebalandono memiliki lahan seluas  4415 m2 yang terdiri dari lahan terbangun dan lahan terbuka. Status kepemilikan lahan merupakan milik sendiri yang dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa akta dan sertifikat. Lokasi lahan memenuhi kondisi keamanan karena terletak di dalam desa. Lahan juga dibatasi dengan pembangunan pagar setinggi  1,5 meter.
           Bangunan berupa gedung yang dimiliki berjumlah  1 unit berlantai 2 yang terdiri dari 6 ruang kelas,1ruangkepalamadrasah,satu ruang guru dan satu ruang perpustakaan.Penghubung antara  lantai satu dan dua dilengkapi dengan ruang sirkulasi yang memudahkan untuk menjangkau setiap ruang.
Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 6 ruang kelas dengan luas masing-masing berukuran 6 x 7 m2 per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu   black board, satu meja dan kursi guru, masing-masing satu meja dan kursi untuk setiap siswa.
Ruang guru berukuran (6 ´ 7) m2 memuat 11 pasang meja dan kursi guru, 1 papan 1 lemari piala, white board, satu meja panjang dan 1 kursi untuk tempat pimpinan rapat pertemuan, 1 set kursi dan meja tamu, 1 kamar kecil (WC), 2 rak buku, 1 lemari buku, 1 set sound system dan 1 buah jam dinding.
Ruang perpustakaan terdiri dari  satu unit dengan luas masing-masing (6x7) m2Berada satu ruang dengan lap dan UKS.Jumlah buku teks pelajaran masih kurang dari jumlah siswa.
Ruang kepala sekolah berukuran (2´4)m2 terdapat  ,12 lemari buku, 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah, 1 set kursi tamu.
Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha, UKS,jamban (WC) siswa.
6.    Standar Pengelolaan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan  MI Muhammadiyah 01 Kebaloandono sudah disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya menuliskannya ditembok dinding sekolah,dan melalui persuratan.
Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) belum disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) belum disosialisasikan kepada warga sekolah. Sekolah sudah pernah melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun masih sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar.
Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa.
Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office.  
7.    Standar Pembiayaan
 MI Muhammadiyah 01 Kebalandono mempunyai RKAS  yang disusun oleh kepala sekolah, beberapa guru dan bendahara sekolah serta melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan.   
Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS dan  Donator tetap. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri.
Penyusunan rencana keuangan sekolah  sudah dilakukan secara transparan, efisien dan akuntabel. Laporan keuangan sekolah  ditujukan kepada pemerintah dan komite sebagai pemberi dana.
8.    Standar Penilaian Pendidikan
Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian.
Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional. Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru.
Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum.
Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.

B.    Permasalahan yang Ditemukan di Lapangan
Berdasarkan hasil kajian,pengamatan langsung dan wawancara dengan berbagai pihak maka dapat kami  temukan beberapa permasalahan diantaranya
1.    Lapangan olah raga/tempat bermain yang kurang memadahi      
2.    Belum adanya gudang tempat penyimpanan barang yang layak
3.    kurang tersedianya data-data atau informasi yang penulis butuhkan.










 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 



BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.   Kesimpulan
 Sarana dan prasarana mempunyai peranan yang penting dalam membantu mengembangkan sekolah menjadi lebih maju dan berkualitas. Ketersediaan lapangan dan tempat bermain merupakan komponen yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan keaktifan,kreatifitas dan kedisiplinan  ,serta kenyamanan bagi peserta didik,begitu juga dengan keberadaan gudang sangat dibutuhkan sebagai penyimpanan barang agar mudah dalam penyimpanan dan perawatan.
Ketersediaan gudang dan lapangan atau tempat bermain merupakan modal sumber daya yang harus dikelola secara optimal oleh kepala sekolah. Sebagai seorang manajer, kepala sekolah harus mampu mengelola  sarana prasarana yang tepat guna  dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah yang sudah ditetapkan.
Keberadaan  gedung MI Muhammadiyah 01 Kebalandono yang berada satu lokasi dengan TK ABA   menyebabkan terbatasnya lapangan bermain dan olah raga bagi peserta didik MI Muhammadiyah 01 Kebalandono,kesemuanya itu  dikarenakan halaman sekolah sudah terpenuhi dengan alat bermain anak TK ABA,hal itulah yang menyebabakan sulitnya guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran diluar kelas terutama kegiatan olah raga dan kegiatan-kegiatan lainnya. Begitu juga ketersediaan gudang di MI Muhammadiyah 01 Kebalandono yang kurang memenuhi syarat sehingga menyebabakan adanya fungsi ganda pada perpustakaan  yang diguanakan dsebagai perpustakaan dan penyimpanan barang
Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk mendayagunakan  sarana dan prasarana melalui kerjasama, memberi kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.
Kepala sekolah harus mampu bekerja melalui pembantu-pembantunya (wakil-wakil), serta berusaha untuk senantiasa mempertanggungjawabkan setiap tindakannya. Kepala sekolah juga harus mampu menghadapi berbagai persoalan di sekolah, berfikir secara analitik dan konseptual, dan harus senantiasa berusaha menjadi penengah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan tenaga kependidikan yang menjadi bawahannya serta berusaha mengambil keputusan yang dapat memuaskan bagi semua.
Sebagai manajer, kepala sekolah juga harus mampu mendorong keterlibatan seluruh komponen sekolah dalam setiap kegiatan sekolah. Keterlibatan dan partisipasi aktif mereka akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah.
B.   Rekomendasi
Berdasarkan temuan-temuan dan kesimpulan di atas   penulis merekomendasikan sebagai berikut :
              1.        Mengupayakan adanya lapangan olah raga atau tempat bermain bagi peserta didik melalui beberapa cara diantaranya:
a.    Mengadakan kerja sama dengan pihak lain untuk pemanfaatan lapangan olah raga  misalnya  dengan pemerintahan Desa atau lainya
b.    Mengadakan musyawarah dengan pimpinan ranting Muhammadiyah Kebalandono untuk pengadaan lapangan olah raga dengan cara perolingan tanah wakaf.
c.    Melakukan pendekatan dengan pemilik tanah yang berada di depan MI Muhammadiyah 01 Kebalandono yang masih berupa rawa,untuk ditukar dengan salah satu tanah wakaf milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kebalan dono.
              2.        Mengupayakan satu ruangan untuk gudang apabila sudah ada kesepakatan untuk perolingan tanah wakaf yang sebagian digunakan lapangan,sedangkan pembiayaan pembuatan gudangnya dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain:
a.    Membuat proposal yang ditujukan kepada instansi terkait.
b.    Donatur dari alumni MI Muhammadiyah yang sudah berhasil
c.    Swadaya warga Muhammadiyah Kebalandono




 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



PENUTUP

                                                                                                                                                        Sarana dan prasarana merupakan sumber daya sekolah yang harus dikelola secara optimal dalam hal pemanfaatan dan pemeliharaanya guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.
Sebagai peserta diklat calon kepala sekolah, melalui tugas mengkaji pengelolaan sarana dan prasarana sekolah, saya telah memperoleh banyak tambahan ilmu dan pengalaman. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan Indonesia di masa depan, Amin

Semoga artikel saya bermanfaat, terimakasih.
                                             

Share:

2 comments:

Definition List

Unordered List

Support